My lil’ sist Elisabet…

Sabtu, 25 Oktober 08 kemaren, adik saya, Elisabet dan Ibu datang (lagiiiiiiiiiiiiii….setelah lebaran kemaren jg ke Jakarta) ke Jakarta untuk ikut Elfa’s Music School Fiesta yang join acaranya dengan Jakarta Int’l Stamp Exhibition di JITEC Mangga Dua Square. Setelah koordinasi dgn Ibu maka kami (Saya dan Yohana dan adik saya yang no 2 Paulus) berangkat by taxi ke M2 Square dgn harapan melihat penampilan adik terhitam..eh tercinta deng..Nyanyi. Jam 18.00 kami tiba di M2 square dan ternyata si Eli sudah tampil jam 4 sore tadi, gubraaaaaak…udah ngebelain naik taxi juga, ternyata nyokap yang salah info hehehe..biasa orang tua (sudah setengah abad lebih umurnya).

Akhirnya ga liat apa2 cuman ketemuan dgn Ibu dan Elisabet. Setelah telpon sana sini akhirnya ketemu jg di deket Wendy’s, Eli jalan pake sepatu hak tinggi sambil meringis kecapekan coz dari tadi pake sepatu “konser” buat jalan2, ibu bilang sandal nya eli ilang entah kemana, akhirnya Eli nodong saya untuk beliin sandal jepit, secepatnya saya dan Yohana jalan ke carrefour buat nyari sandal jepit. Habis beli sandal kami balik ke Wendy’s dan si Eli sudah memesan hamburger plus french fries plus minum hasil nodong Paul hehehehe..Itulah mengapa saya cepet2 beli sandal, coz sandal kan cuma 15rb sedang Paul kena 50rb buat wendy’s hehehehe…

Ibu nawarin kami untuk menginap di Hotel tempat EMS Team Solo stay. Karena udah kepalang tanggung, Yohana jg jauh pulangnya ke Karawaci dan juga besok jam 11 Eli jg tampil lagi maka kami (saya dan Yohana) menginap di hotel itu. Eli sekamar ma Yohana, sedang saya sekamar sama Rizky temannya Eli. Kami ga bawa apa2 selain baju yg melekat hehe..cuman beli sikat gigi aja buat besok sikat gigi, sabun dll nya minta…

Dan akhirnya kami bisa lihat penampilan Eli, adik kami yang paling bungsu. Beberapa lagu dinyanyikan dengan baik. Kemampuan Eli meningkat pesat dari terakhir kali saya pulang ke Solo. Sekarang dia tidak hanya menekuni dunia tarik suara namun jg kemampuannya memainkan alat musik, Piano. Sebenarnya kami sekeluarga gemar menyanyi, namun bakat yang terasah cuma muncul di Elisabet. Sama seperti ortu2 jaman dulu yang jarang bisa melihat bakat anaknya sehingga kami lalui masa sekolah kami dgn sekolah di SD, SMP, SMU dan kuliah tanpa ada pendalaman bakat / talent. Beda dgn Ibu saya sekarang, yang meskipun tidak ikut seminar mendidik anak dll namun lebih mengarahkan Eli utk mendalami bakatnya even kami jg menyadari kemampuan akademis Eli  jeblok hehehehe…

Dulu pada saat kelas 1 SMU, Eli sempat bersekolah di SMU St. Yoseph Solo, namun karena sibuknya jadwal latihan Eli dan jg kebanyakan bolos karena ikut Asian Choir Games 2007 di Jakarta (selama hampir 4 bulan tiap akhir pekan ke Jakarta utk latihan) maka Eli tidak naik kelas. Padahal sebelum ikut di Kejuaraan tsb, pihak kami sudah meminta restu sekolah, dan jg permakluman sekolah tentunya, dan pihak Yoseph jg merestui krn secara langsung atau tidak langsung Eli jg membawa nama Yoseph dan kota Solo di kancah Internasional. Medali (emas atau perak saya lupa) diraih Eli bersama tim-nya namun keberhasilan di Yoseph tidak dikecapnya, tinggal kelas malahan, sampai sakit terkapar di RS gara2 kecewa ga naik kelas and none of the teacher come to see Eli in the hospital. What a ridicoulus school I think. Setelah rapat keluarga kami memutuskan memindahkan Eli dari Yoseph dan memasukkannya ke sekolah yang mengerti menghargai bakat anak. Disamping alasan lain yg membuat kami “berang” dan marah pada pihak St. Yoseph sebenarnya. Beberapa media cetak lokal menawarkan untuk memuat keluhan kami di koran mereka dengan alasan Eli tidak mendapatkan penghargaan yg sepantasnya krn sudah mewakili sekolah, kota Solo bahkan Indonesia mungkin di ajang Int’l. Kalau dibandingkan dgn rekan2 Eli yg jg ex Asian Choir Games, mereka memilih SMU yg mereka suka di Solo, mereka dapat rekomendasi dari Dispora tapi Eli?

Yaaaaah itulah wajah pendidikan di kota Solo, talenta bukan hal yang penting bagi mereka. Namun yg ptg Eli skrg sudah pindah ke SMK 8, sekolah kejuruan bidang seni dimana bakatnya bisa lebih dan lebih dihargai disana…Kami yg sudah gede2 begini cuman bisa belajar bagaimana kami harus mengarahkan anak2 kami nantinya…Bagaimana menghargai dan mengasah bakat anak2 kami nantinya…

Cheers

See pics here

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s