Nigeria…

Setelah Belanda, negara tujuan saya berikutnya adalah salah satu negara yang terletak di benua Afrika yaitu Nigeria. Sebelum masuk ke pesawat, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh sekuriti bandara Schipol Belanda. Pemeriksaannya sendiri super duper ketat, njelimet dan menegangkan bagi saya yang pertama kali pergi ke Nigeria. Semua tas di buka dan diperiksa, buka sepatu, ikat pinggang dan semua barang yang berbahan logam harus dilepas. Pemindaian tubuh tidak lagi seperti di Indonesia dimana kita cukup lewat diantara detektor logam yang kalaupun detektornya bunyi si petugas santai aja membiarkan kita lewat hehehe…Di schipol kita harus masuk ke detektor yg berbentuk tabung, setelah itu kita akan dipindai dari atas sampai bawah, jangan harap bisa pergi keluar dari area pemeriksaan kalau alatnya mengeluarkan bunyi. Saya ga tahu apakah pemerikasaan model begini hanya diberlakukan utk tujuan negara Afrika Barat atau ke semua negara.

Finally I get on the plane, KLM will take us to Lagos. Saya sangat capek setelah hampir selama 5jam menyusuri Amsterdam dan sekitarnya by train and on foot sehingga begitu duduk langsung bablas berlayar di alam mimpi. Sampai akhirnya saya terbangun dan melihat keluar lewat jendela pesawat, tnyata saya sdh berada di atas Gurun Sahara. Begitu luasnya sehingga dari atas pesawatpun tak kelihatan ujungnya. Sebelah kanan saya duduk seorg bapak2 kulit hitam yang sudah 20 tahun meninggalkan Nigeria dan baru skrg mengunjungi negara kelahirannya kembali. Dia pindah ke USA, menetap dan berkeluarga di sana. Kami ngobrol2 sebentar dan sesudah makan (ga tahu makan siang apa malam, diluar di mataharinya terang bgt) kami pun tertidur lagi sampai sesaat sebelum pesawat mendarat. Begitu keluar dari badan pesawat yg saya rasakan adalah hawa hangat cenderung panas berbeda sekali dengan Belanda dimana saya kedingingan disini saya kepanasan even waktu itu kami datang sekitar jam 19.30 malam bahkan di Indonesia pun tidak sepanas ini. Di nigeria angin yg bertiup pun panas😦 saya dan teman saya bergegas menyusuri belalai pesawat masuk ke gedung bandara dgn tujuan ngadem tapiiiiiiiii tnyata malam itu AC nya dimatikan / mati lampu saya ga tahu, Ga begitu lama di Nigeria saya akhirnya tahu kalau electricity di Nigeria memang sangat buruk. Dalam sehari bisa terjadi 5-10 pemadaman listrik, oleh karena kalau di Indonesia kebutuhan primer hanya ada 3, sandang, pangan dan papan lain halnya di Di Nigeria mereka punya 4 yaitu sandang, pangan, papan dan GENSET (No Kidding) hampir semua org punya Genset krn mereka tidak bisa berharap dari listrik yg disediakan pemerintah. 

Saya mendarat di Murtala Muhammed International Airport, can you imagine ??? International Airport aja kaya begini, gimana yg domestic ??? Setelah mengambil bagasi dan membawanya dgn trolley yg perbijinya kita musti sewa 100 Naira per trolley. Cuma karena kita hanya punya USD maka kita bayar aja 1USD.  Saat ngantri bagasi saya bertemu lagi dgn bapak temen duduk saya dipesawat, beliau bertanya apakah sudah ada yg menjemput kami (thanks for your kindness Sir).

Suasana baru buat saya dan teman saya, all those black people, the weather etc. Kolega kami Mr. Jide Sanwoolu menjemput kami dan kehangatan sambutan ala Afrika kami rasakan. Perjalanan menuju hotel kami lalui tanpa bisa melihat apa2, gelap semua coz pemadaman listrik tadi. Jide drove us straight to the hotel for we were so tired because of Jet Lag. Kami tinggal di Villa Sofia Courts, semacam guest house di tengah komplek perumahan elite di Lagos, dgn pagar tembok yg tinggi dikelilingi kawat listrik dan gerbang besar utk akses masuk dan keluar. Jide merekomendasikan tempat ini krn keamanannya yg terjamin. Kami sgr masuk kamar masing2 for rest.

Hari2 di Nigeria saya lalui dgn meeting dan meeting, krn emang itu tujuan kita ke sana, market survey dan meeting. Namun disela2 meeting tsb kolega kami mengajak kami utk mengunjungi tempat2 menarik di Nigeria.

Market survey dilakukan di Onistcha, sekitar 1,5jam perjalanan dari Lagos by Air, pagi2  kita sudah keluar hotel dan berangkat ke Bandara. Dalam perjalanan Jide sudah mengatakan kalau kita bakalan tiba di bandara 30 menit sebelum departure dia berkata tenang saja di Nigeria tidak seperti di Indonesia yang penumpangnya harus datang satu jam atau lebih sebelum departure, di Nigeria kita bisa dateng dan langsung berangkat atau bahkan pesawat berangkat sebelum jam yang di tentukan, NAH LO…dan saat kita datang waktu itu pesawat sudah hampir berangkat padahal kita masih punya sisa waktu 30menit sebelum jadwal yg tertera di tiket ?*&^$##….buru2 kita check in dan lari ke pesawat, seperti org naek bis di pinggir jalan, kesannya seperti itulah, dan benar setelah kita masuk, duduk pesawat langsung jalan, bener2 kaya naik bis lah, syukur2…Yg saya syukuri sebenarnya bukannya bisa mengejar ini pesawat tp karena pesawatnya bermesin Jet, Boeing 737 bukan pesawat jenis baling2 hehehehe…

Finally kita mendarat di Enugu Airport, Enugu is cooler than Lagos..Thanks God…Enugu airport, airportnya old fashioned bgt…jgn kan AC, untuk membawa luggage kita dari pesawat ke dalam gedung bandara aja pake TRAKTOR yg dihubungkan dengan semacam gerbong hahahaha…itu traktor persis traktor yg buat membajak sawah di Indonesia lengkap dengan asap solar yg memenuhi ruangan itu. Petugas maen lempar aja luggage kita ke lantai dan org2 ambil barangnya masing2 hehehe…kalo bawa elektronik pasti udah rusak duluan dibanting2 hehehe…

Seseorang menjemput kami, namanya Lucky. Sampai dengan saat ini saya masih menikmati dinginnya mobil ber AC, directly we went to Onitcha Market, the biggest pharmaceutical open market in Nigeria. Perjalanan kira2 hampir dua jam dari Enugu Airport. Luaaaaas bgt pasarnya (kaya pasar obat pramuka di Jakarta cuman jauuuuh lebih luas) after survey2 harga kanan kiri, potret kanan kiri selesai sudah survey yg melelahkan. Sepanjang lorong pasar org2 meneriaki kami dalam bahasa setempat yg artinya kira “Hey look, white man come”. Setelah survey, Jide menawarkan untuk melihat Sungai Niger, kata dia Sungai Niger adalah landmark Nigeria, seseorang belum dianggap pergi ke Nigeria kalau belum mengunjungi Sungai Niger – the 3rd longest river in Afrika. Kami mengiyakan krn penasaran jg, spt apa bentuk sungainya. Tak lama kami sampai di Jembatan sungai Niger yg panjaaaaaang bgt. Asal kata Nigeria juga berasal dari sungai ini. Setelah puas potret2 kami balik ke Enugu, karena a meeting have been arranged for us, meeting2 terusssss…After meeting, Lucky drove us back to Nike Lake Protea Hotel (salah satu hotel terbaik di Enugu atau Nigeria mungkin) dan kami stay di sana satu malam sebelum besok pagi kami harus check out pagi2 untuk terbang lagi ke Abuja. Pagi pagi kami bangun, setelah sarapan pagi kami harus ke bandara untuk melanjutkan trip ke Abuja. Di belakang hotel ini terdapat danau Nike / Nike Lake, dari sinilah nama hotel ini berasal. Danau kecil dengan pulau karang ditengah2nya, mirip Telaga sarangan di Jawa Timur namun dengan ukuran yang lebih kecil. Hotel ini terletak dalam wilayah atau tanah yang dimiliki oleh seorang raja. (CONTINUED..)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s