Bye Bye Rumah Cawang

02 October 2010 @ 01.37 AM

Setelah kurang lebih 5 tahun menempati rumah ini, akhirnya aku harus keluar juga dari rumah ini. Malam ini, kembali aku mengingat2 kenangan2 pahit manis di dalam rumah ini dan tidak lupa mengucap syukur atas berkat Tuhan, sehingga aku bisa dtinggal dirumah ini dan bisa menghemat biaya kost di Jakarta dan lebih mengucap syukur lagi, rumah ini telah menjadi tempat kami bersekutu setiap Sabtu dan boleh dibilang menjadi base camp dari komunitas kami.

Rumah ini memang rumah tua. Menurut tetangga2 rumah ini dibangun pada tahun 80an. Saat itu tol dalam kota yang membelah jalan MT. Haryono belum ada, yang ada adalah taman hijau di tengah2 jalan MT. Haryono. Pada saat dibangun, rumah ini termasuk salah satu dari tiga rumah termegah di pemukiman ini. Tapi jangan tanya sekarang, rumah ini adalah rumah paling jelek. Andai saja kamu lewat didepan rumah ini, pasti ga bakalan nyangka kalau ada org tinggal di situ.

Meskipun tua, kumuh, jelek dan whatever, rumah ini terletak di jalur strategis. Mau kemanapun di Jakarta ini bisa di akses dari rumah ini. Mau naik angkutan umum, tinggal ngesot ke depan ke arah UKI, nyebrang jembatan untuk ke arah Grogol, Blok M dll. Bawa kendaraan pribadi lebih gampang lagi, mau ke Tol Cikampek, Jagorawi, atau mau masuk tol dalam kota, deket pintu tol nya, dgn catatan kalo nggak maceeeet. Coz jalan MT. Haryono termasuk biang macet di Jakarta coz termasuk jalur utama menuju tengah kota. Apalagi kalo busway nanti aktif (Kapaaaaaan aktifnyaaaa, keburu lapuk haltenya), wuiiiih lebih siiip lagi.

Meskipun tua, hampir rubuh (pondasi sebelah rumah ini patah hehe), rumah ini menyediakan fasilitas standard ala kos2an, bahkan lebih dari kos2an. Air bersih, mengalir lancar tanpa hambatan. Listrik 4400 watt, buat kulkasku, TV, Compo, PS, DVD cukup lah. Line telp ada, yang berguna untuk verifikasi kartu kredit hehehe. Kamar 4x4m, termasuk legaaaa sekaleeee. Private Prayer Room di loteng fully Aircon. Garasi utk dua mobil, dan setiap bulan November, dua pohon rambutan di samping dan di depan rumah, selalu memberi hasil melimpah hehehe.

Meskipun tua dan juga sedikit berbau, rumah ini menyediakan one stop service yg tdk akan pernah ada di temukan di apartement2 berkelas manapun. Mau service motor, bisa, ada montirnya. Mau masak, masakan apapun, bisa, ada kokinya. Pompa air rusak? tenang, bisa di perbaiki, ada tukang ledengnya. Listrik konslet, ga usah panggil tukang listrik, disini ada kok tukang listriknya. Sampe ngebangun motor pun bisa, ada buildernya di sini. Dan memang one stop beneran alias dikerjakan sama satu orang. So, org itu selain montir, juga koki, juga tukang listrik, juga tukang ledeng dan bahkan builder. Tapi itu duluu, coz dua bukan yang lalu sang one stop service memutuskan pulang kampung dan mengadu nasib di desa, setelah lebih dari 6 tahun melanglang buana di Jakarta hehehe…

Meskipun tua dan berpenampilan tidak menarik, di rumah ini juga, menjadi saksi perjalanan imanku dan teman2. Ada yang keluar dari komunitas, ada yang sok jadi wakil Tuhan dan babat sana babat sini, ada yang ngambek, ada yang berapi2, ada yang bijaksana, ada yang cinlok, ada yang balik lagi ke komunitas dll dll. Bahkan sampe detik ini, Tuhan masih mengijinkan kami untuk bersekutu di tempat ini.

Meskipun tua dan catnya mengelupas sana sini, namun aku sudah terbiasa dgn rumah ini. Terbiasa akan lalu lalang kecoak, tikus bahkan kadang musang (serasa kebon binatang yah?) yang seenaknya nongol tanpa memberi sapa. Terbiasa dengan talang air dirumah ini yang sudah tidak mampu lagi menampung volume air hujan sehingga airnya akan tumpah ke ruang doa dan setelah itu merembes ke bawah masuk ke kamarku. Terbiasa dgn banyaknya daun kering yang seandainya kamu sapu sekarang, dua jam lagi daun kering dalam jumlah yang sama akan jatuh lagi.

Meskipun tua dan bocor sana sini, tp rumah ini sukses menjadikan aku sebagai penghuni terakhir. Coz sejak kepergian si one stop service bulan Juni lalu, otomatis aku tinggal sendiri disini. Bagi org lain mungkin tinggal di rumah tua, sebesar ini mungkin menakutkan, seakan2 ada dalam uji nyali setiap malam. Tapi aku bersyukur, bukan dgn gagah dan kuatku, aku bisa tinggal tenang tanpa gangguan apapun disini.

Dan besok, aku akan keluar dari rumah ini, move to Tangerang. Aku percaya bahwa ada rencana Tuhan buat aku, di rumah yg akan aku tempati besok. Dan banyak perkara ajaib bahkan lebih dasyat yang akan DIA kerjakan dalam hidupku seperti yang telah DIA kerjakan padaku di rumah ini. AMIN…

Kiranya Tuhan memberkati rumah ini, damai sejahtera Tuhan melingkupi rumah tua ini dan terlebih kiranya Tuhan memberkati si empunya rumah dgn berlipat kali ganda.

4 Comments

  1. KECOA…………, ini yang paling kuingat dari rumah ini dan kamar mandi yang hanya bisa digunakan untuk mandi, karena katanya kalo buat BAB akibatnya akan sangat parah. Tapi pernah juga saya paksakan, entah apa akibatnya toh ada si one stop service yang bisa beresin🙂

    One Stop Service sekarang jadi cowboy, entah bagaimana nasib sapi2 itu, tapi ditangan serba bisa ini, sapi2 tersebut pasti berbeda dari yang lain, mungkin akan dipasangi foot step, rem cakram dan knalpot.

    Well, walaupun jarang kerumah ini tapi cukup memberi kenangan, VIVA..Arios delahoya…godbye…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s