Jepret…

Aku adalah seseorang yg tidak punya hobby tetap, xixixixi…Namun belakangan ini aku menyukai dunia fotografi. Bermula dari foto prewed ku dgn istri tahun kemaren. Setelah sesi foto, sang fotografer memberikan semua file untuk kita lihat, kita pilih untuk bisa kita masukan ke album. Bayangkan, ada 600an foto lebih dan kita cuma di perbolehkan memilih 40-60 foto untuk mereka olah / edit dan dimasukkan ke album foto. Trus sisanya???  Sisa foto yang tidak kita pilih, tidak di apa2in, tidak di edit dan tidak pula di cetak. Terserah kita mau di cetak atau tidak. Hmmmm…sayang yah…

Memikirkan foto “sisa” itu, aku berinisiatif meng-edit foto2 itu sendiri. Cuma masalahnya, ane buta sama yg namanya edit2 gambar. Tp untung ada Google. Setelah search sana sini, aku putuskan untuk download software photo editing yg paling simpel dan gampang, Photoscape. Meskipun simpel dan tentu saja gratis, namun Photoscape menurutku sangat mumpuni untuk editing kilat. Efek2nya pun keren2 juga. Setelah dirasa Photoscape kurang mengakomodir hasrat editingku, aku mulai download yg lebih ribet seperti GIMP dan Photoshop.

Sehabis menikah, hasrat untuk editing berubah menjadi hasrat untuk menjadi org di balik kameranya, alias punya kamera sendiri. Sebelumnya aku punya kamera Kodak M1033, yang sudah menemaniku melanglang buana. Aku ingin lebih mendalami photography dgn mempunyai kamera DSLR sendiri, dan akhirnya bulan January 2011, aku putuskan membeli DSLR camera, Canon 500D, 18-55mm IS.  Aku merasa beruntung karena sudah baca2 artikel2 ttg photography dan kamera jauh sebelum aku punya DSLR sendiri. Jadi seperti sudah dapet theory-nya dan sekarang waktunya praktek, meskipun memang, antara theory dan praktek sangat2lah berbeda, alias tidak gampaaaaang. Blur, miss focus, bokeh yg ga pada tempatnya, over, under dll dll, semua pernah aku alami.

Tak terasa sudah hampir 3 bulan kamera ini di tangan, sudah 3 kali pula SD card 8gb ku tidak cukup menyimpan file2 hasil jepretan, xixixixi…Memang berasa, semakin banyak motret, semakin paham dgn apa yg ada didalam theory meskipun masih kagok juga. Spot2 foto tidak harus ke tempat2 indah, karena di sekeliling banyak spot2 yang bisa kita abadikan keindahannya. Untuk lensa masih cukup 18-55mm saja, maunya explore 18-55mm dulu sampe mentok baru beli lensa yang lain.

Cuma timbul masalah lain, semenjak punya kamera, bawaannya pengen pergi hunting molo…xixixixi…

Salam JEPRETS….

Gbu

 

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s