Malaikat didalam, malaikat diluar

Memang banyak penyakit dalam kepemimpinan kristen. Dan penyakit itu terjadi justru diluar gereja, justru terjadi pada komunitas sekuler, tempat dimana mungkin 60-75% kehidupan kita habiskan. Tempat dimana seharusnya kita me-implementasikan apa yg kita dapatkan di Gereja secara nyata dalam kehidupan. Tempat dimana hidup kristen kita di UJI. Banyak org, bahkan pemimpin2 rohani sekalipun merasa bahwa tugas mereka di Gereja hanyalah hari Minggu, atau Sabtu atau saat doa malam, siang, doa peperangan. No, No, NO, kamu salah bung, salah, salah besar…

  1. Siapa kita sebenarnya bukan ada saat di pertemuan2 rohani, dimana setiap org akan memakai pakaian malaikat mereka dan menjadi “suci”. Namun begitu kita keluar ke dunia nyata, kita tanggalkan pakaian malaikat itu dan menjadi kita yg sebenarnya. Seorang teman pernah share ke saya dan berkata, “Salah satu bebannya sebagai pemimpin baru di komunitas kristen adalah karena saya dan dia satu kantor, dan satu divisi, sehingga apa yg dia lakukan otomatis akan saya hubungkan dgn kegiatan rohaninya.” Dan saya berkata, tentu saya akan begitu. Karena saya tidak melihat org dalam aktifitas kerohaniannya (yg notabene pasti pake kostum malaikat). Namun saya akan melihat saat kamu melepas pakaian itu dan menjadi dirimu sendiri. Artinya adalah, lepas baju kita baik di dalam aktifitas rohani dan sekuler agar org tahu siapa kita dan tahu “obat” yg cocok untuk kita seandainya ada dalam diri kita yang salah.
  2. Banyak org kristen, pemimpin juga dgn alasan rohani, buat Tuhan, buat Gereja telah membuat org sekuler tersandung. For example, dgn dalih doa malam, selalu telat masuk kerja. Dengan dalih buat gereja, mangkir ngantor dll dll. Saya yakin dan percaya itu bukan yang Tuhan mau. Sebab Tuhan mau kita bekerja seperti buat Dia. Seandainya Yesus ada pada jaman sekarang, saya yakin DIA akan ada di kantor 8 jam untuk bekerja, baru setelah pulang kantor DIA pelayanan. Pelayanan diluar jam kantor adalah bayar harga (apalagi seperti kita tinggal di Jakarta, macet dimana2). Kalo kita potong jam kantor untuk pelayanan???? Siapa yang bayar harga? Kantor sayalah yg bayar harga dua kali, satu bayar gaji saya yg suka mangkir, kedua bayar waktu saya yg ilang. Masih mending kalo ada alasan rohani, ada juga yg ngemplang waktu dan duitnya org2 sekuler buat keuntungan pribadi…Yg penting baju malaikatnya di simpen di lemari, jd sewaktu2 bisa dipake…
  3. Banyak pemimpin yg menurunkan standard kepemimpinan mereka dgn melakukan hal2 yg org sekuler yg tidak kenal TUHAN saja tersandung. Mungkin mereka tidak sadar, bahwa kristen adalah 24 jam, 7 hari, 4 minggu, 12 bulan alias selamanya sampe ke detik2nya. Berdalih dosa “kecil” bukan dosa “besar” dan mengambil keuntungan dari posisi mereka sebagai pemimpin. Sepanjang saya jadi kristen, tidak ada yg namanya dosa kecil dan besar, DOSA is DOSA. Harusnya mereka sadar, dan malu tetap berdiri didepan mimbar, khotbah ttg Roh Kudus, pertumbuhan rohani, menjadi berkat (bagi kegiatannya sendiri). Karena setelah mereka lepas baju malaikatnya dan hidup di bumi kenyataan, mereka tidak lebih daripada org2 miskin. Kenapa miskin, karena mereka haus pujian, haus ketenaran, haus nama baik dan haus kekayaan. Kalau sendirinya masih haus, gimana mau ngasih minum org haus yah…cckckck..pake baju malaikat lagi dong. Bahkan mereka dgn sadis memojokkan org lain sebagai upaya agar dirinya selamat. Kalah sama komandan Briptu Norman, beliau sampai pasang badan membela bawahannya yg jelas2 menyalahi kode etik kepolisian.

Jadi, bagaimana pemimpin2???? Andakah malaikat itu? Anda mungkin boleh berkata, loh bukan pemimpin doang kali yg begitu, betul, memang semua org kristen bisa melakukan hal itu, tp pertanggung jawabanmu kepada TUHAN akan lebih besar, karena kamu adalah pemimpin. Lebih baik lepaskan baju malaikatmu, jadilah dirimu sendiri, biar org lain melihat kitab yg terbuka melalui hidupmu bukan malah menjadi sandungan dgn cara hidupmu di dunia sekuler.

“Karena org lebih diberkati, tidak dgn apa yg kamu bagikan dalam gereja tp apa yg kamu lakukan di luar gereja.”

Dedicated for every Christian Leader in the world.

MJ

4 Comments

  1. Menjadi berkat bukan batu sandungan memang tidak mudah namun tidak berarti kita malas atau tidak mengupayakannya. Yang terpenting adalah sama-sama belajar, jika jatuh ya bangkit lagi ke jalan yg benar bukannya berkubang dalam dosa & bertindak seolah-olah bener terus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s