Olumo Rock Nigeria

Jika kita mengunjungi Afrika, khususnya Nigeria, kurang lengkap rasanya jika kita tidak mengunjungi tempat ini. Saya sendiri berkunjung ke tempat ini pada tahun 2008, pada saat saya melakukan satu bisnis trip di Nigeria. Nigeria adalah negara Afrika pertama yang saya kunjungi, dan saya tinggal di Lagos, Ibukota Komersialnya Nigeria. Kesan pertama adalah PANAS. Suhu rata2 disana waktu itu 38 Celcius, suatu suhu yang extreme karena saya terbiasa dengan suhu 28 – 32 Celcius di Jakarta (katanya sekarang jadi 36 Celcius di Jakarta, gosong – gosong dah).

Saat malam hari pun penurunan suhu di Lagos kira – kira sampai 33 Celcius, bisa dibayangkan, sehari2 kita seperti beraktifitas di sebelah oven, bahkan angin yang bertiup pun hangat. Dalam pikiran saya, aduuuh pasti ini negara kering, ga ada tempat menarik untuk dikunjungi dll dll dll. Tapi pikiran itu sirna, setelah kolega saya yang orang Nigeria asli mengajak saya ke beberapa tempat dan salah satunya adalah Olumo Rock.

Olumo Rock, yuppppp, dari namanya pasti kita sudah tau pasti ini berhubungan dengan batu (saya dibawa ke tiga tempat berakhiran Rock di Nigeria, batu semua kali disana). Olumo Rock terletak di Ogun State, tepatnya di kota Abeokouta, sekitar satu jam perjalanan ke arah utara Lagos. Abeokouta terkenal juga dengan sebutan The Ancient City. Saya tidak tahu alasannya, yang pasti rumah – rumah disana sangat minimalis, beratap papan seng dan bertembok bata dari lumpur / apa saya tidak tahu.

Abeokouta sendiri mempunyai arti “under the rock” dan rock yang dimaksud adalah Olumo Rock, karena batu ini menjadi titik tertinggi di Abeokouta. Olumo Rock sejatinya adalah tempat persembunyian selama perang antar suku yang terjadi sekitar abad ke-19. Olumo Rock digunakan selain sebagai tempat bersembunyi, juga sebagai gardu pandang untuk mengetahui adanya musuh. Didalam Olumo Rock, ada beberapa ruangan yang mereka pahat didalam batu tersebut untuk tempat mereka tinggal, dan waktu saya mencoba masuk ke ruangan yg super gelap itu, saya tidak bisa memasukinya dgn berdiri ataupun berdiri didalamnya, SO??? kita harus menunduk, bahkan jongkok, untuk masuk dan tinggal dalam ruangan itu. Saya tidak bisa membayangkan, orang Nigeria yang besar2 itu harus tinggal didalam ruangan seperti itu.

Untuk menuju puncak Olumo Rock, ada dua opsi. Yang pertama, dan tentu saja yang paling murah adalah menaiki anak tangga yg sudah disediakan. Most of visitors choose this first option. Tangga yang dimaksud adalah, jalan setapak yang dibuat bertrap-trap seperti anak tangga. Saya tidak tahu ada berapa anak tangga yang harus kita lewati sebelum mencapai puncak, yang pasti melelahkan. Tersedia bangku – bangku untuk tempat kita beristirahat jika kecapekan mendaki.

Opsi yang kedua adalah by elevator. Dan tentu saja, this is costly. Namun mengingat waktu saya mepet, karena sorenya saya harus terbang ke Douala, Kamerun, maka Elevator menjadi pilihan saya dan kolega saya. Saya sempat tidak mau menaiki elevator dengan alasan, saya takut elevatornya stuck karena mati lampu (Di Nigeria, mati lampu bisa terjadi sekitar lebih dari 6-10 kali dalam sehari..WOW). Namun setelah saya mendengar bunyi generator meraung dari kejauhan, akhirnya saya masuk, dan inilah mengapa naik elevator menjadi mahal…xixixixi. Dan saya bersyukur datang ke Olumo Rock di tahun 2008, karena sebelum tahun 2006, tidak ada ELEVATOR. Ada tiga elevator yang saya naiki, jadi kami tidak langsung ke puncak, namun kita dibawa dulu ke tingkat pertama, kedua dan akhirnya ketiga di puncak (mirip naik ke Eiffel).

Bisa dibayangkan kan, segede apa batunya sampai2 untuk menaikinya butuh elevator? Dan anehnya, batu tersebut tidak terhubung satu sama lain, dalam artian mereka bertumpuk namun lepas, tidak ada saling keterkaitan. Wah, kalau ada gempa besar bisa ngglinding batunya, YES, that’s posible. Terkadang ada ruang diantara batu satu dan batu yang lain, dimana kita bisa masuk. Saya ditawari untuk mencoba masuk namun saya menolak, takut kegenceeeeeet. Begitu sampai puncak, angin segar dan dingin pun segera menerpa. Dan dari atas batu ini, saya bisa melihat kesegala arah, menjelajah kota Abeokouta. Oh ya, puncak nya tidak datar, tapi melengkung seperti tipikal batu yang lonjong. Kalau tidak hati – hati bisa terpeleset dan jatuh, apalagi jika musim hujan, licin.

Saya tidak banyak explore, tingkat pertama, atau tingkat kedua atau tingkat ketiga. Karena waktu yang mepet, saya hanya melihat dan menikmati saja. Yang pasti Olumo Rock adalah tempat yang wajib anda kunjungi jika anda ke Afrika, khususnya ke Nigeria. Abeokouta tidak hanya menawarkan Olumo Rock, tapi juga wisata ke Ancient City, dan traditional market. Banyak sekali pengrajin di Abeokouta ini, dan karena lumaya jauh dari Lagos, sehingga harganya pun lebih miring. Kita juga bisa mengunjungi Gereja Pertama di Nigeria, Saint Peter Cathedral Church dan masih banyak lagi.

Saya juga tidak tahu harus bayar berapa untuk masuk ke Olumo Rock, naik elevator karena semua diurus kolega saya. Masih ada dua “Rock” yang lain yang saya kunjungi, namun next time saja nulisnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s