Good Bye 500D welcome 60D

Beberapa hari yang lalu, aku akhirnya menjual kamera DSLR pertamaku, Canon 500D. Setelah hampir 1,5tahun kamera itu ditanganku dan menghasilkan setidaknya 14,000 foto yang total size fotonya mencapai 99GB..(OMG).. Ada bbrp pilihan kamera pengganti waktu itu seperti Canon 550D, Canon 600D, Canon 60D atau Canon 7D, semuanya bersensor APS-C, kalo mau ngejar 5D MK II duitnya bakalan habis dan aku ga bisa jalan2 hunting foto hehhehe…Kebetulan, keputusan menjual DSLR dan cari yang baru didukung istri. Karena mau tak mau, sebagai Finance Director di keluarga kami, segala macam bentuk pengeluaran harus mendapat persetujuan dan tanda tangan dari beliau (LoL). Continue reading

Macet lagi macet lagi…

Macet bukan hal baru di Ibukota tercinta ini. Jakarta = Macet = banjir hehehehe…Saya yg pendatang dari daerah (Surakarta Hadiningrat..au adus) pertama kali naek motor di jkt ( 1 Agustus 2005 ) terkaget2, terkagum, marah, jengkel, takut dsb jadi satu di pikiran. “Lha kok ngene……” Saya yg terbiasa dgn jalan raya di jawa yg santun, pelan, jalan di tempat yg sudah di tetapkan (maksudnya di jalan aspal bukan trotoar. red), even bagi temen2 di kampung aku termasuk tipe “pecicilan” kalo naek motor tapi nurut aku lebih manusiawi drpd org2 jakarta pada umumnya.

Di jakarta bisa2 nya jalanan macet motor2 pada naek ke trotoar, masuk halaman orang, lawan arus, geol kanan geol kiri se-enaknya( Bajaj, angkot dll) hanya demi mengejar waktu dan setoran kali ya…Untuk mensiasati kemacetan itu dulu saya berangkat pagi2 dari pasar rebo kira2 jam 6an cuman hasilnya??? sama juga macet, aku pikir semua org punya pikiran yg sama dgn aku BERANGKAT PAGI biar ga macet dan hasilnya? pagi2 jalanan di Condet kampung tengah sudah penuh dgn kendaraan pagi itu…

Gaya naek motor ku tnyata ga cocok di pake di jakarta, semakin aku santun org2 bukannya ikut santun malah semakin memanfaatkan kesantunanku…Di pepet2 lah, di teroboslah, di salip dari kiri sambil motong kanan lah pokoknya macem2 de…Ooooo tnyata hukum rimba berlaku jg di sini, siapa kuat dia menang, siapa berani dia yg duluan. Akhirnya stlh berulangkali kepepet ma bikers yg laen, aku putuskan untuk memakai hukum rimba jg, lu jual gue beli..Lu mefet gue diem ga bergeming n hasilnya lu ngerem coz aku ga mau ngalah hehehehehe…Lu mau ambil dari kiri sambil motong kanan, gue kencengin motor gue hasilnya lu ga bisa nyalip coz motor gue lebih kenceng hehehe lumayan juga korek harian std di motor Satria 120 ku ini…

Tadi pagi macetnya minta ampun, motor banyak bgt. Di Gatsu (setelah pancoran arah kuningan) motor ga boleh masuk jalur busway. Cuman mobil yg boleh, jadi di sisi sebelah kiri jalur busway (kira2 tiga lajur) dipenuhi motor kaya kampanye, HANYA MOTOR sepanjang jalan sampe ke Univ Paramadina baru ada mobil..gilaaaaaaa banyak bgt motor nya yak….Untung sudah kuterapkan jurus2 terbaru hasil mengamati cara berkendara temen2 bikers di jakarta. Dan untungnya lagi aku selalu menggunakan jalan aspal bukan trotoar coz di ujung trotoar sana udah ada 2 Polantas siap dgn moge nya ato Kebo Putih kita biasa nyebut di jawa. Ga tahu pada di tangkepin ga coz polisi cuman dua yg naek trotoar lebih dari 200 kali hahahahaha…

Namun ada efek buruk dari gaya bermotor saya ini. Saat pulang kampung di Solo / Surakarta jadi suka kebawa2 ngebut ga karuan, bukannya di puji karena cepet nyampe malah di kira jambret r mekanik motor coz jalanan kosong melompong kok pecicilan, di kiranya lagi di kejar polisi atau tes motor habis servis hahahahahahaha…

Anyway even cerita begini bukan berarti ga taat peraturan and se-enaknya sendiri di jalan2 di Jakarta coz safety is numero uno, perlengkapan standard selalu menempel di badan saya, helm, jacket, sarung tangan dan tak lupa masker. Sampai sekarang pun saya masih santun cuman dgn sedikit cerdik.

Cheers, Mj

Belanda…

Setelah punya blog page jadi seneng nulis ni, even telat but no problem…

Belanda, ya Belanda itulah tempat kedua dmn aku menginjakkan kaki di luar negeri sendiri(26 Maret 2008). Bisnis trip ke Afrika mengharuskan saya dan teman saya transit di Belanda selama 6jam. Keluar pesawat melewati belalai menuju gedung bandara, brrrrrrrrr dingin nya minta ampun, emang si di dalem pesawat ada informasi bahwa suhu di luar hanya 1 derajat Celcius. Saya yg biasa hidup di negara Tropis dengan suhu yang rata2 28 derajat langsung kedinginan hebat, untung di dalem bandara anget.

6jam menunggu kami memutuskan utk city tur melihat(tepatnya mencari coz we do not where they are located) kincir Angin ciri khas belanda. Ikutan Short tour, tapi harganya kalo di rupiahin muahal, tur cuma 2jam juga, trus kalo dipikir pikir ga bebas juga coz di batasi waktu. Akhirnya dengan keberanian Extra(karena blank ga tahu apa2 ttg Belanda) maka diputuskan lah untuk turun ke stasiun kereta di bawah bandara SCHIPOL. Setelah beli tiket PP Schipol – Centraal Station (kalo nyasar kan tinggal balik lagi) tanpa peta(cm petunjuk station) maka kami naek metro ke Centraal Station. Sampai di sana langsung keluar stasiun dan melihat2 daerah sekitarnya. Habis foto2 masuk stasiun lagi untuk balik ke Schipol, pesawat Boarding jam 1 siang waktu belanda sedangkan saat masih jam 8 pagi.

Kita putuskan untuk lebih jauh lagi menyusuri kota dengan metro, kereta atau apalah namanya (kalo kereta kok rodanya pake ban karet hehehe) di booklet kecil yang kita ambil di Schipol Station ada gambar Kincir Angin besar dengan nama tempatnya Zaanse Schans. Kami bertanya ke petugas apakah tempat tersebut ada Kincir Anginnya. Mereka bilang ada cuman kami harus agak jalan sedikit untuk melihat kincir angin tsb. Segera tnp basa basi kami beli tiket PP lagi untuk perjalanan dari Amsterdam Centraal station menuju Koog-Zaandijk dimana kami harus turun dan berjalan ke lokasi kincir angin. Hawa dingin sangat menyiksa saya, bibir sudah pecah2 dan pipi sudah memerah karena gosong meskipun matahari tidak begitu terik menyinari (bahkan cenderung gelap saya rasa) namun lensa photo gray teman saya sudah menghitam menandakan adanya intensitas cahaya yg menyilaukan (buat saya itu aneh, wong ga ada matahari kok bisa gosong).

Begitu metro datang, segera kami naik menuju Koog-Zaandijk. Tiba di sana kami harus menyebrang jalan (lewat terowongan) menuju sisi lain dari stasiun. Di situ sangat mudah di temukan petunjuk untuk menuju ke Zaanse Schans. Kami berjalan cepat utk mengejar waktu dan membuat tubuh kami berkeringat dan tidak kedinginan. Kami ikuti rambu penunjuk arah namun kami bingung sebab petunjuk arah tsb berakhir di sebuah dermaga kecil. Dari situ saya bisa melihat kincir2 angin besar berjajar di pinggir sungai, danau atau bahkan laut saya nggak tahu. Yaaaaaah perjuangan harus berakhir di situ padahal kincir angin sudah di depan mata. Tak lama datang serombongan anak2 remaja dan sedikit orang tua bersepeda. Mereka mengambil posisi ngantri di pinggir dermaga itu. Tiba2 dari arah kanan datanglah sebuah kapal Ferry untuk membawa mereka ke seberang. Saya bertanya pada salah satu bapak2 di situ apakah saya bs naik ferry itu ke windmills yg di seberang? Dia menjawab bisa, maka perjalanan selanjutnya kami lanjutkan dgn naik ferry itu GRATIIIIIIS…Mungkin sebenarnya bisa lewat jembatan cm keliatannya lagi di renovasi / ato baru dibikin kali…

Ah sampe jg di tujuan, jalan sedikit udh nyampe deeee…tp yang membuat aku terkesan bukan kincir nya, tapi SALJU nya…hehehe pertama kali pegang es yg jatuh dari langit sisa2 hujan salju td malam rupanya…di pegang2, di photo, sambil teriak SALJU, SALJU…untung ga ada bule di situ kalo ada maybe mrk bingung, coz segitu kagumnya ma salju 😛

Puas liat kincir dan sedikit museum2 di sana maka saya balik lagi ke dermaga naik ferry lagi trus naik metro balik ke Amsterdam Centraal trus lanjut ke Schipol untuk check in…Hebat nya ga berasa capek, mngkin krn dingin ya…coz setelah masuk ke pesawat lgnsg tepar kecapekan…ZzzzzZZzzz..

Bangun2 sudah di atas gurun Sahara yg luaaaaaaaaaaas bgt, I am coming Nigeria…(to be continued)

GMB ganti vokalis….

Bams Samsons Menjadi Vokalis Baru GMB

Akhir2 ini sering denger kalo sidney mundur dari GMB dan digantikan Bam’s samsons. Penasaran, maka kucari info nya n dapet ini dari internet…Pray the best for Sidney and GMB.

Suatu hal yang mengejutkan mendengar kabar bahwa Giving My Best (GMB) akan in concert kembali karena kabar yang beredar selama ini berbeda dari kedengarannya bahkan sempat terdengar berita bahwa GMB telah bubar dan konser Life is Calling adalah konser terakhir dari GMB, terutama lagi disebabkan karena beberapa personil GMB yang sudah tidak berada dalam lingkup pelayanan gereja dimana GMB berasal yaitu JPCC. Maka itu untuk meluruskan berita yang beredar dan memperkenalkan formasi GMB terbaru diadakan Press Conference pada 26 Mei 2008 kemarin di J.Co City Walk Sudirman, Jakarta.

Dijumpai pada Press Conference, turut hadir tiga personil GMB yaitu Amos Cahyadi (drummer), Jeffry Hermanto (bassis), dan Adi Prasodjo (perkusionis) beserta Bams (vokalis) dan Joseph S. Djafar (keyboardis). Joseph S. Djafar sendiri adalah personil GMB yang turut menjadi personil GMB pada tiga album pertama. Selama beberapa tahun terakhir Joseph lebih banyak berkarya dibidang musik sekuler seperti aransemen lagu, ilustrasi musik film sinetron dan layar lebar.

Memang mengejutkan mendengar bahwa GMB tidak lagi bervokaliskan Sydney Mohede yang selama ini dikenal erat sebagai bagian dari GMB. Ketika ditanyakan para wartawan apa yang terjadi dalam tubuh GMB, diungkapkan bahwa Sydney Mohede memutuskan untuk melayani dalam pastoral sepenuh waktu maka itu GMB pun berinisiatif mencari vokalis baru. Semenjak menjadi guest star dalam konser Life is Calling pada Juni tahun lalu Bams memang dekat dengan GMB dan ternyata memiliki kecocokan chemistry dalam bermusik. Kesamaan visi misi dan terutama feel bermusik merekatkan mereka, maka Bams pun bergabung dalam GMB formasi terbaru. Personil GMB yang lain pun mengajak Joseph S. Djafar yang juga salah satu pendiri GMB 12 tahun lalu, Joseph sendiri sekarang telah berkomitmen untuk GMB dan tidak bergabung di grup musik manapun.

Ketika ditanyakan wartawan mengapa Bams juga tertarik untuk bergabung dengan GMB dan bagaimana dengan kesibukannya juga sebagai vokalis Samsons, Bams menjawab dengan lugasnya bahwa GMB dari dahulu adalah band rohani yang sangat ia sukai. Dekat dengan anak – anak GMB saja sudah menyenangkan apalagi jika bisa bergabung dalam GMB. Dan terutama karena ia memiliki passionate untuk pelayanan bermusik dengan style GMB, karena Bams sempat hampir mengeluarkan album solo rohani, maka Bams lebih memilih untuk bergabung dalam GMB daripada solo vokalis. Untuk membagi waktu dengan kegiatan dalam Samsons sendiri tidak bermasalah karena manajemen GMB dan manajemen Samsons sudah mengatur waktu dengan baik untuk kegiatan masing-masing band.

Press Conference kemarin juga mengumumkan dirilisnya album baru GMB yang bertitelkan Stand Out pada launching concert yang akan diadakan pada hari Kamis, 12 Juni 2008 di Tennis Indoor – Senayan, Jakarta. Hal yang menarik diungkapkan oleh GMB sewaktu Press Conference bahwa CD album Stand Out akan dijual sangat murah dibandingkan harga dari CD kebanyakan, yaitu hanya 29 ribu rupiah saja ! Apalagi visi dan misi GMB dalam pelayanan bermusiknya adalah menjangkau jiwa maka harga CD yang murah tersebut adalah misi mereka untuk penjangkauan sehingga CD tersebut mudah didapatkan siapa saja. GMB yang sekarang pun membangun komunitas yang bernama GMB Community dan rutin mengadakan ibadah setiap minggunya.

Apakah dengan bergabungnya Bams yang notabene sudah dikenal luas di dunia sekuler pun bisa menjadi cara penjangkauan ? Kita doakan saja… Kiranya musik GMB yang selama ini telah memberkati banyak jiwa pun bisa dipakai dalam formasi baru untuk menjangkau yang belum terjangkau selama ini yaitu dunia sekuler.

taken from http://202.67.15.82/~jawaban/news/entertain/detail.php?id_news=080527144031&offx=5

weLkom to de bLoG….

suEEEEEbeeeeeellllLLLLLL……

pagi ini pompa air di rumah tewas, ga tahu sebabnya apa tahu2 langsung ga keluar air padahal pompa nya nyala, mana mau kerja lagi, I took my cell phone and text my boss that i will be late for fixing the pump. Udah di benerin ga keluar2 tu water-nya, udah hampir jam 8 pagi lagi, alhasil aq ga mandi, cukup cuci muka, sikat gigi(itupun minta air tetangga), masuk kamar, mandi hand body n parfum biar wangi, pake jam tangan n waaaaaaaaa udah jam 8, pasti macet bgt di jalan, akhirnya ku tunggu sampe jam 10(sambil maen PS wekekekekekekek) dan at 11 aq sampe kantor juga dan sekali lagi whaaaaat??? divisi qt cmn tinggal 2 org, yg 3 org include the boss is not around..sssssssstttt jgn bilang sapa2 nanti jam 3 aq jg mau cabut hihihihihihihi…

sebEnernya alasan aq masuk adl mo ngerjain presentasi buat kul nanti sore n nGisi bloq ini utk yg pertama kali nya dalam hidup ku wkwkwkwkwk…

hAAAAAAAAAAAiiiiiiiiii!!!!!!!!!……….

oUr BloG finally… keNapa our? krn bLog ini buat kami berdua, me and my chubby – dut..hehe ga pake dut deng..cuman hari ini doi baru nyebelin, makanya aku duluin aja ngisi bLoG nya..wekekekekek kedudukan sementara 1:0

Ceritane hari jumat kemaren ada temen presentasi ESP (english for specific purpose) membahas ttg Blog dan akhirnya aq tertarik, setelah diadakan rapat pleno mendadak, mengingat, menimbang, memutuskan dan mendapat perse7an dari cHubby-ku maka bLog ini di release dan today is my 1st upload….

Sebenare ga tll mudeng ttg WP n cara pengoperasiane gmn, but learning by doing aja…Di sela2 kesibukan kerja di kantor yg AC-nya kembang kempis, hidup enggan mati tak mau, panas enggak dingin enggak (capeee deeeeee)ku tuliskan semua ini….Orak arik, campur aduk, coz aq ga ngerti mau spesifik ke arah mana blog ini, ya udah semua masukin aja..

today dateng dua kartu kredit buat aq, dari ANZ dan Manhattan – permata bank. Ceritanya iseng bantuin temen yg kerja sbg marketing Credit Card, akhirnya 9 kartu kredit dari 9 bank yg berbeda di apply semua. Hari ini dua, besok apa lagi ya…

Anyway welKom to the BloG…

God Bless u…